Wednesday, January 22, 2014

Membuat Database Perpustakaan Sederhana (Ms.Access)

Dalam postingan ini, saya akan sedikit melakukan pembahasan tentang bagaimana membuat database perpustakaan sederhana dengan menggunakan Ms.Access. 
Pembuatan database ini hanya menjelaskan secara sederhana tentang pembuatan tabel, query, relationship tabel, form, dan report dengan menggunakan Ms.Access.
Dengan dibuatnya database perpustakaan sederhana ini, diharapkan dapat memahami tentang alur sistem dan data tentang masalah yang terjadi dalam perpustakaan, terutama tentang proses pencatatan buku, pencatatan anggota, dan proses peminjaman buku.

Langkah Detail :  
Buat Database Baru dengan nama Perpustakaan.accdb  
File – New – Blank Database  
Tentukan nama dan tempat penyimpanan kemudian klik Create.  
Buat Tabel  
  • Anggota 
  • Buku  
  • Pinjam  
DETIL PEMBUATAN TABEL :
Tabel Anggota

Di isi dengan :



Tabel Buku

Di isi dengan :



Tabel Pinjam

Di isi dengan :





Untuk  pembuatan  relasi  tabel, form, dan report tabel
Silahkan download modul lengkapnya di tautan berikut :
Studi Kasus Latihan Ms.Access (DB Perpustakaan)

Terima kasih atas kunjungannya.
Semoga bermanfaat
Share:

Basis Data Menggunakan MySQL

Dalam postingan ini, saya akan membahas tentang penggunaan MySQL dalam pembuatan Basis Data.
Berikut sedikit penjelasan tentang Sejarah dan Pengertian MySQL.


MySQL adalah sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL (DBMS) yang multithread, dan multi-user. MySQL adalah implementasi dari system manajemen basisdata relasional (RDBMS). MySQL dibuah oleh TcX dan telah dipercaya mengelola system dengan 40 buah database berisi 10.000 tabel dan 500 di antaranya memiliki 7 juta baris.

MySQL AB merupakan perusahaan komersial Swedia yang mensponsori dan yang memiliki MySQL. Pendiri MySQL AB adalah dua orang Swedia yang bernama David Axmark, Allan Larsson dan satu orang Finlandia bernama Michael "Monty". Setiap pengguna MySQL dapat menggunakannya secara bebas yang didistribusikan gratis dibawah lisensi GPL(General Public License) namun tidak boleh menjadikan produk turunan yang bersifat komersial.

Pada saat ini MySQL merupakan database server yang sangat terkenal di dunia, semua itu tak lain karena bahasa dasar yang digunakan untuk mengakses database yaitu SQL. SQL (Structured Query Language) pertama kali diterapkan pada sebuah proyek riset pada laboratorium riset San Jose, IBM yang bernama system R. Kemudian SQL juga dikembangan oleh Oracle, Informix dan Sybase. Dengan menggunakan SQL, proses pengaksesan database lebih user-friendly dibandingan dengan yang lain, misalnya dBase atau Clipper karena mereka masih menggunakan perintah-perintah pemrograman murni.

MySQL juga memiliki beberapa kelebihan, antara lain :

1. Portability
MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti windows, Linux, FreeBSD, Solaris dan lain-lain.

2. Open Source
MySQL didistribusikan secara open source (gratis), dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan cuma-Cuma.

3. Multi User
MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.

4. Performance Tuning
MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.

5. Coloumn Types
MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti integer, double, char, text, datedan lain-lain.

6. Command and Function
MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah select danwhere dalam query.

7. Security
MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta password terenkripsi.

8. Scability and Limits
MySQL mampu menangani database dalam skala besar, dengan jumlah records lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.

9. Connectivity
MySQL dapat melakukan koneksi dengan clients menggunakan protokol TCP/IP, Unix socket (UNIX) atau Named Pipes (NT).

10. Localisation
MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada client  dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meskipun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk didalamnya.

11. Interface
MySQL memiliki interface (antar muka) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemograman dengan menggunakan fungsi API (Aplication Programming Interface).

12. Clients and Tools
MySQL dilengkapi dengan berbagai tools yang dapat digunakan untuk administrasi database dan pada setiap tool yang ada disertakan petunjuk online.

13. Struktur Tabel
MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan database lainnya semacam PosgreeSQL ataupun Oracle.
Kelemahan MySQL dari dulu sampai saat ini adalah feature-creep artinya MySQL berusaha kompatibel dengan beberapa standar serta berusaha memenuhinya namun jika itu diungkapkan kenyataannya bahwa fitur-fitur tersebut belum lengkap dan belum berperilaku sesuai standar. Contoh fitur SUB-SELECT (nesting SELECT dalam SELECT) yang tidak optimal dan sering salah parsing query SQL dan jalan keluarnya dengan memecah menjadi beberapa query.

sebagian artikel diambil dari sumber berikut ini :
http://upyes.wordpress.com/2013/02/06/pengertian-dan-sejarah-mysql/
http://www.etunas.com/web/pengertian-mysql.htm

Untuk lebih memahami tentang basis data menggunakan MySQL beserta fungsi dan kegunaan MySQL dalam pembuatan Basis Data, maka akan saya lampirkan modul Basis Data menggunakan MySQL.
Didalam modul berikut, diajarkan tentang DDL (Data Definition Language) dan DML (Data Manipulation Language). Untuk lebih jelasnya silahkan download dari link berikut : Modul Praktikum Basis Data (MySQL)

Semoga modul praktis basis data (mysql) diatas bisa membantu dalam memahami fungsi dan kegunaan mysql, memahami bahasa sql dalam pembuatan basis data.

Terima kasih, semoga bermanfaat.
Share:

Tuesday, January 21, 2014

Modul Praktikum Ms.Access 2003 dan Ms.Access 2007

Sebelum  medownload  tutorial / modul  praktikum Ms.Access 2003 dan Ms.2007, maka  dijelaskan terlebih dahulu sekilas tentang Apa itu Ms.Access. Berikut  sedikit penjelasan tentang Ms.Access.

MS. Access merupakan paket software database relasional yang hebat, yang memudahkan untuk mengelola dan membuat database yang kompleks. Pada microsaft Access sebuah database disimpan dalam sebuah berkas dengan ekstensi .mdb, atau aacdb didalam berkas inilah semua objek yang terkait dengan database termasuk semua table, disimpan pada istilah kolom yang biasa dipakai pada basis data relasional disebut Field dan baris biasa disebut Record.  

Access dapat menolong mengelola segala ukuran database, dari daftar yang sederhana sampai database bisnis yang komplek.  
Dengan menggunakan Microsoft Access dapat melakukan hal berikut :  
  • memulai secara cepat database baru dengan menggunakan database Wizard. 
  • membuat table dari awal atau dengan menggunakan Wizard.  
  • menambah dan memeriksa  informasi dengan menggunakan Table maupun Form.   
  • memanipulasi data dalam beberapa table dangan menggunakan Query dan Report.   

Microsoft Access memakai sebuah type database yang dinamakan database rational.  Databae rational adalah database yang mengorganisasi data dalam bentuk table. Tabel  dibentuk dengan mengelompokkan data yang mempunyai obyek yang sama. Tabel berisi baris-baris dan kolom-kolom informasi. Tabel-tabel dapat saling berhubungan jika diinginkan.

Untuk  lebih  mendalami  tentang  penjelasan  Ms.Access  yang lebih lengkap beserta  fungsi  dan  kegunaannya, berikut  saya  lampiran  modul praktikum  Basis  Data  menggunakan  Ms.Access  beserta  studi kasus latihan pembuatan basis data.
Silahkan download link berikut  ini : 

Demikian  postingan  tentang Modul Praktikum Basis Data, semoga  modul  tersebut  bisa  membantu  para pembaca  yang akan belajar  tentang  penggunaan  Software Basis  Data dengan Ms.Access.
Terima Kasih
Share:

Tutorial Installasi Power Designer 6.0

Postingan  ini  membahas  tentang  tutorial  instalasi  Software Power Designer 6.0, Power Designer merupakan software  yang  digunakan  untuk  melakukan  perancangan sistem. Kelebihan software ini  adalah bisa melakukan generate database, yaitu  melakukan generate dari  proses analisis berupa perancangan sistem (Context Diagram, Data Flow Diagram) dan generate dari proses data architect  (ER-Diagram) ke  format  ekstensi  database  berupa sql, mdb, dbase dan ekstensi format db yang lainnya.





Instalasi Power Designer
Instalasi  yang  saya  lakukan  adalah Install Power Designer versi 6.0,
sebelum melakukan instalasi  silahkan  download  aplikasinya  di 

Untuk melakukan proses instalasi ikuti langkah-langkah berikut ini :

1. Setelah di dowload dalam bentuk rar, sebelum dilakukan proses instalasi maka terlebih dahulu lakukan ekstrak file rar tersebut. setelah dilakukan esktrak maka akan muncul  folder  baru  dengan  nama  Power designer.




2. Maka akan muncul 2 Folder yaitu PDDA6 dan PDPA6 Setelah itu untuk melakukan proses instalasi yang lengkap maka yang pertama pilih PDDA6 sehingga akan muncul tampilan berikut :




3. Instalasi  PDDA6
Pilih folder  didalamnya  yaitu  folder Disk1 


4. Klik Setup.exe 
maka  akan  muncul  tampilan  berikut  ini 





Untuk  proses  intalasasi  Power Designer Procest Analyst, sama  halnya  dengan  proses instalasi untuk Power Designer Data Architect.  
Cukup membuka folder PDDA6 kemudian pilih  Disk1  kemudian  klik  SETUP.EXE   untuk  melakukan  proses  instalasi.


Demikian  tutorial  instalasi  Software Power Designer 6.0
Semoga bermanfaat.
Share:

Perancangan Basis Data Sistem Quick Count

Pada artikel  kali  ini, saya akan memposting  salahsatu  tugas Mata Kuliah Basis Data, dalam hal ini  permasalahan  yang dibahas  mengenai  Perancangan Basis Data Sistem Quick Count Pilkada. Tool/software yang digunakan dalam perancangan basis data adalah Sybase Power Designer 6.0. Kelebihan perancangan dengan menggunakan Power Designer  adalah  hasil  analisis dan perancangan berupa  Context Diagram, Diagram Zero, Data Flow Diagram, dan ER-Diagram  dapat  di  eksport atau dilakukan generate database. Untuk proses generate database, bisa disesuaikan dengan kebutuhan database itu sendiri, misalkan ke dalam format sql, mdb, dbase dan ekstensi database lainnya.


Untuk lebih jelasnya tentang bahasan perancangan basis data quick count diatas, silahkan baca artikel dibawah.
Semoga bermanfaat.


LAPORAN

PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA

QUICK COUNT


Diajukan untuk memenuhi tugas  salah satu mata kuliah Praktek Basis Data



Kelas TI-3A
Kelompok 7
Anggota:
Moh.Firman Mujahid    A2.1200123
Atep Suryana                A2.1200057
Vinca Prilianti               A2.1200201 


TEKNIK INFORMATIKA
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
STMIK SUMEDANG
2013


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Era Informasi tidak terlepas dari peran teknologi yang dominan di segala bidang. Teknologi menjadi penting diterapkan untuk mencapai efektifitas dan efisiensi. Quick Count adalah metode verifikasi hasil pemilihan umum, yang datanya diperoleh dari sampel di lapangan. Berbeda dengan teknologi pooling, sampel tidak diperoleh dari para responden yang ditanyai satu per satu, melainkan diperoleh dari hasil rekap resmi di lapangan.   
Bukan saatnya lagi Quick Count menunggu Sampelnya untuk datang. Kreativitas perlu selalu ditonjolkan dalam menjemput pelanggan. Adanya teknologi informasi Quick Count akan lebih memberikan kepuasan masyarakat dan lebih dikenal masyarakat. Lalu, apa saja teknologi yang digunakan untuk mensukseskan sebuah penghitungan Quick Count? Jawabnya tergantung masing-masing lembaga. Namun, teknologi Short Message Service (SMS) cukup populer digunakan oleh lembaga-lembaga penghitung Quick Count.  
Berikut ini adalah cara kerja Quick Count yang umum dilakukan oleh paralembaga survei :  
1. Mempersiapkan perangkat serta sistem pendukung untuk bisa memberikan data secara cepat kepusat pengolah data lembaga survei yang melakukan metode Quick Count ini. Perangkat ini mulai dari komputer untuk meng-input-kan data hingga ponsel untuk mengirim SMS hasil pemilu ke server tempat menerima data. 
2. Pemilihan TPS sebagai tempat pengambilan data. TPS  yang di ambil secara acak berdasarkan pertimbangan jumlah penduduk, jumlah pemilih terbaru, penyebarannya pemilih seperti tersebar dalam berapa kelurahan, dan sebagainya. Singkatnya, proporsional kalau pemilih banyak lokasi sampel (TPS) yang diambil pun banyak serta mewakili karakteristik populasi. 
3. Mempersiapkan relawan untuk mengambil sampel dan meng-input-kannya ke sistem data. Jumlah relawan ini cukup banyak untuk mengambil data dari TPS yang telah dipilih. 
4. Data yang telah didapatakan di olah di pusat data dengan menerapkan ilmu stasistik, dari olahan data inilah lembaga survei bisa menghitung secara cepat siapa pemenang pemilu.

Jika kita lihat dari cara kerja Quick Count, kita dapat mengartikan bahwa hasil perhitungan Quick Count bukanlah hasil perhitungan dari seluruh TPS yang melakukan pemungutan suara, melainkan dengan menggunakan prinsip ilmu statistika. Jadi, lembaga survei yang menyelenggarakan Quick Count ini hanya mengambil sampel dari sekian banyak TPS yang ada dan diambil dari TPS yang memiliki jumlah populasi yang banyak dan berbagi pertimbangan lainnya. Dengan menginputkan data kedalam suatu teknologi basis data dan modelnya. Dapat mengathui alur bagaiman perhitungan suara yang diawali dengan penariakn sampel dan perhitungan metode statistika. Walaupun hasil Quick Count ini tidak pernah tepat dan pasti, tetapi hasil dari Quick Count (yang diselenggarakan oleh lembaga survei yang capable dan jujur) tidakpernah meleset dari siapa yang memenangkan dari pemilihan umum tersebut.   

B. Tujuan dan Manfaat Tujuannya : 
  1. Untuk mengetahui dan memahami perkembangan dan manfaat dari Database Quick Count  dalam kehidupan manusia.  
  2. Untuk membuat konsep Quick Count Database yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi. 
  3. Untuk mengetahui perhitungan pemilihan umum yang dilakukan dengan teknoligi sistem informasi Quick Count. 
  4. Untuk Mengetahui Alur kerja Teknoligi Quick Count melalu ialur Data Base Quick Count.  
Manfaatnya :  
  1. Menambah pengetahuan tentang teknologi Data Base khususnya Perhitungaan informasi lewat Quick Count Data Base.  
  2. Memahami lebih dalam tentang inovasi Quick Count Data Baseyang digunakn dalam masyarakat 
  3. Memahami Teknologi Quick Count Data Base yang diterapkan di lapangan. 
  4. Memahami Alur Teknologi Data base yang digunakan dalam sistem Quick Count.  

C. Batasan Masalah  Batasan Masalah yang menjadi pembahasan kelompok kami adalah : 
  1. Proses kegiatan pengolahan data pada Sistem Quick Count. 
  2. Pembuatan laporan hasil proses Qick count. 
  3. Hanya membahas tentang Pengolahan data Quick Count. 
  4. Data yang diolah merupakan perolehan suara. 
  5. Pengambilan sampel sangat berpengaruh pada presentase suara.

BAB II  PEMBAHASAN

A. Diagaram Konteks Dan Diagram Nol (DFD Level 1)
Merupakan Diagram umum yang menggambarkan sistem secara umum dimana terdapat dua entitas yaitu entitas TPS dan Lembaga Survei sebagai penerima dan pengolah data. Sedangkan untuk proses adalah sistem Quick Count diman TPS mengirmkan data suara TPS dan lembaga masuk ke sistem dangan registrasi NIK untuk megolah data maenggunakan pengolahan data statistika untuk dikirim ke TPS lagi sebagai hasil survei. untuk lebih jelasnya Context Diagram tersebut di Decompose membentuk DFD sepeti dibawah :


Setelah di Decompose maka akan menghasilkan tiga Entitas, dua belas proses, dan empat data store.
Dengan Alur kerja sebagai berikut :
  1. Dilakukan perhitungan suara pada TPS sampel selanjutnya akan disimpan ke dalam data store TPS. 
  2. Data hasil perhitungan dari sampel TPS yang disimpan pada data store akan di kirim ke data pusat sebagai tempat penampungan untuk dilakukan proses selanjutnya.  
  3. Setelah data suara terkumpul pada data store pusat selanjutnya akan dilakukan proses analisis yang melibatkan beberapa proses turunanya yaitu : mean, median, mode, sum, stddeviation, minimum dan maximum yang akan disimpan pada analis. 
  4. Selanjutnya Data Store analis yang melalui proses analis akan digunakan untuk proses Peluang (distribusimultinom) dengan menggunakan Proses Sum sebagai jumlah suara masing - masing calon sebagai M (kejadian muncul kejadian) dan jumlah seluruh suara sebagai N (jumlah kejadian) dengan rumus P(X)=  . yang selanjutnya akan disimpan pada data store Peluang.  
  5. Setelah mengetahui Peluang masing-masing calon maka peluang tersebut harus dilakuakan pengujian kevalidan data dengan menggunakan uji rata-rata karena jumlah calon tidak lebih dari 30. 
  6. Dengan melakukan uji rata-rata maka selnjutnya dapat dilakukan penarikan kesimpulan uji dua arah dengan Ho = dapat diterima dan Ha = tidak dapat diterima. Dan selanjutnya disimpan kedalam data store kesimpulan.  
  7. Setelah mendapatkan kesimpulan maka data tersebut bias dipubliksikan dari lembaga survey kepada TPS kembali.

Perancangan Basis Data Fisik (Menggunakan Power Designer)

Setelah membentuk model dalam procces analyst. Maka untuk melakukan generate ke dalam Basis data fisik maka harus membuka dahulu data architek. Lalu lakukan buka toolbars File>Import>Power Designer Process Analyst lalu lakukan sperti dibawah :


Selanjutnya lakukan Generate Physical Model dengan memilih menu toolbar Dictionary > Genarete Physical Model akan tampil seperti dibawah : 


Barulah setelah itu dapat di Generate kedalam Data Base fisik. Dengan cara klik menu toolbar Database > Generate Database > Create database > pada data source pilih MS.Acces Database > Setup > Create > simpan pada folder yang diingkan > Connect. Setelah dilakukan maka MS Acces dapat dibuka yang tampilannya seperti dibawah :

Maka akan muncul 5 Table hasil generate di Power Designer Data Architect


Dari 5 tabel tersebut maka akan timbul relasi tabel.




Demikian  sedikit  pembahasan  tentang  Perancangan Basis Data untuk studi Kasus Quick Count Pilkada Bupati. Artikel diatas merupakan tugas salah satu mahasiswa STMIK Sumedang jurusan Teknik Informatika (S1). Untuk mendapatkan laporan lengkap tentang pembahasan diatas silahkan  melakukan komentar  atau  menghubungi kontributor.
Terima Kasih

Share:

Perancangan Basis Data

Di dalam suatu organisasi yang besar, sistem database merupakan bagian penting pada sistem informasi, karena di perlukan untuk mengelola sumber informasi pada organisasi tersebut.  Untuk mengelola sumber informasi tersebut yang pertama kali di lakukan adalah merancang suatu sistem database agar informasi yang ada pada organisasi tersebut dapat digunakan secara maksimal.  

Tujuan Perancangan Database  
  • Untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari pengguna dan aplikasi
  • Menyediakan struktur informasi yang natural dan mudah di mengerti  oleh pengguna  
  • Mendukung kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek kinerja dari suatu sistem database.  
Berikut ini siklus kehidupan sistem informasi di mana terdapat siklus kehidupan sistem database.   

Siklus Kehidupan Sistem Informasi (Macro Life Cycle) 

Tahapan–tahapan yang ada pada siklus kehidupan sistem informasi yaitu : 
  1. Analisa Kelayakan. Tahapan ini memfokuskan pada penganalisaan  areal aplikasi yang unggul , mengidentifikasi pengumpulan informasi dan penyebarannya, mempelajari keuntungan dan kerugian , penentuan kompleksitas data dan proses, dan menentukan prioritas aplikasi yang akan digunakan.
  2. Analisa dan Pengumpulan Kebutuhan Pengguna. Kebutuhan–kebutuhan yang detail dikumpulkan dengan berinteraksi pada sekelompok pemakai atau pemakai individu. Mengidentifikasikan masalah yang ada dan kebutuhan-butuhan, ketergantungan antar aplikasi, komunikasi dan prosedur laporan. 
  3. Perancangan . Perancangan terbagi menjadi dua yaitu :  perancangan sistem database dan  sistem aplikasi 
  4. Implementasi. Mengimplementasikan sistem informasi dengan database yang ada. 
  5. Pengujian dan Validasi. Pengujian dan validasi sistem database  dengan kriteria kinerja yang diinginkan  oleh pengguna.  
  6. Pengoperasian dan Perawatan. Pengoperasian sistem setelah di validasi disertai dengan pengawasan dan perawatan sistem  
Siklus Kehidupan Aplikasi Database ( Micro Life Cycle ) 

Tahapan yang ada pada siklus kehidupan aplikasi database yaitu : 

  1. Pendefinisian Sistem. Pendefinisian ruang lingkup dari sistem database, pengguna dan aplikasinya.  
  2. Perancangan Database. Perancangan database secara logika dan fisik pada suatu sistem database sesuai dengan sistem manajemen database yang diinginkan. 
  3. Implementasi Database. Pendefinisian database secara konseptual, eksternal dan internal, pembuatan file–file database yang kosong  serta implementasi aplikasi software. 
  4. Pengambilan dan Konversi Data. Database ditempatkan dengan baik, sehingga jika  ingin memanggil data secara langsung ataupun merubah file–file yang ada dapat di tempatkan kembali sesuai dengan format sistem databasenya. 
  5. Konversi Aplikasi. Software-software  aplikasi dari  sistem database sebelumnya di konversikan ke dalam sistem database yang baru. 
  6. Pengujian dan Validasi. Sistem yang baru telah di test dan di uji kinerjanya. 
  7. Pengoperasian. Pengoperasian database sistem dan aplikasinya. 
  8. Pengawasan dan Pemeliharaan. Pengawasan dan pemeliharaan sistem database dan aplikasi software.
Proses Perancangan Database 
Ada 6 tahap  untuk proses perancangan suatu database : 
1.  Pengumpulan data dan analisis 
2.  Perancangan database secara konseptual 
3.  Pemilihan sistem manajemen database 
4.  Perancangan database secara logika 
5.  Perancangan database secara fisik 
6.  Implementasi sistem database

Gambar 1: Tahap perancangan database untuk database yang berukuran besar

Keterangan :  
Secara khusus proses perancangan berisikan 2 aktifitas paralel. Aktifitas yang pertama melibatkan perancangan dari isi data dan struktur database, sedangkan aktifitas kedua mengenai perancangan pemrosesan database dan aplikasi–aplikasi perangkat lunak.  
Dua aktifitas ini saling berkaitan, misalnya mengidentifikasi data item yang akan disimpan dalam database dengan cara menganalisa aplikasi–aplikasi database. Dua aktifitas ini juga saling mempengaruhi satu sama lain. Contohnya tahap perancangan database secara fisik, pada saat memilih struktur penyimpanan dan jalur akses dari file suatu database dimana bergantung dengan aplikasi–aplikasi yang akan menggunakan file tersebut. 
Penentuan perancangan aplikasi–aplikasi database yang mengarah ke konstruksi skema database telah ditentukan selama aktifitas pertama. Ke-enam tahap yang telah disebutkan sebelumnya dapat di proses secara tidak berurutan. Dalam beberapa hal, dapat dilakukan modifikasi perancangan kembali ke tahap yang pertama (feedback loop) setelah melakukan tahap selanjutnya.

Tahap 1 : Pengumpulan data dan analisis 
Sebelum merancang suatu database, yang harus dilakukan adalah mengetahui dan menganalisis apa yang diinginkan dari pengguna aplikasi, sehingga proses ini disebut pengumpulan data dan analisis. Untuk menspesifikasikan kebutuhan yang pertama kali dilakukan adalah mengidentifikasi bagian lain di dalam sistem informasi yang berinteraksi dengan sistem database. Termasuk pengguna yang baru atau yang sudah lama juga aplikasinya, kebutuhan-kebutuhan tersebut dikumpulkan dan di analisa.

Kegiatan pengumpulan data dan analisis :
Menentukan kelompok pemakai dan areal bidang aplikasinya.  Pengguna yang menguasai aplikasi yang lama dari setiap bagian dipilih untuk menyampaikan kebutuhan-kebutuhan dan menspesifikasikannya.
Peninjauan dokumentasi yang ada. Dokumen yang berhubungan dengan aplikasi yang akan dibuat dipelajari dan dianalisa, sedangkan dokumen lainnya seprti kebijakan manual, form, laporan–laporan dan bagan-bagan organisasi diuji dan ditinjau kembali untuk mengetahui apakah dokumen tersebut berpengaruh terhadap pengumpulan data dan proses spesifikasi Analisa lingkungan operasi dan kebutuhan pemrosesan. Lingkungan operasional yang sekarang dan informasi yang direncanakan akan di gunakan dipelajari, termasuk menganalisa jenis–jenis dari transaksi dan frekuensi transaksinya seperti halnya alur informasi dengan sistem. Input dan output data untuk transaksi tersebut harus diperinci. Pengumpulan respon terhadap daftar pertanyaan dan angket yang telah dibuat sebelumnya. Pengumpulan respon dari angket dan daftar pertanyaan berisikan prioritas para pengguna dan penempatan mereka di dalam berbagai aplikasi. Ketua kelompok mungkin akan ditanya untuk membantu para pengguna dalam memberikan informasi yang penting dan menentukan prioritas.

Teknik yang digunakan dalam penspesifikasian kebutuhan secara formal :  
OOA (Object Oriented Analysis) 
DFD (Data Flow Diagram) 
HIPO (Hierarchical Input Process Output) 
SADT (Structured Analysis & Design)

Tahap 2 : Perancangan database secara konseptual 
Tujuan dari tahap ini adalah untuk menghasilkan skema konseptual untuk databse yang tidak tergantung pada sistem manajemen database yang spesifik. Penggunaan model data tingkat tinggi seperti ER/EER sering digunakan didalam tahap ini. Di dalam skema konseptual dilakukan perincian aplikasi–aplikasi database dan transaksi-transaksi yang diketahui.  

Ada dua kegiatan di dalam perancangan database secara konseptual :
Perancangan skema konseptual : Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan mengecek tentang kebutuhan-kebutuhan pemakai  terhadap data yang dihasilkan dari tahap 1, dimana tujuan dari proses perancangan skema konseptual adalah menyatukan pemahaman dalam struktur database, pengertian semantik, keterhubungan dan batasan-batasannya, dengan membuat sebuah skema database konseptual dengan menggunakan model data ER/EER tanpa tergantung dengan sistem manajemen database.

Ada dua pendekatan perancangan skema konseptual : 
  • Terpusat . Kebutuhan–kebutuhan dari aplikasi atau kelompok-kelompok pemakai yang berbeda digabungkan menjadi satu set kebutuhan pemakai kemudian dirancang menjadi satu skema konseptual.  
  • Integrasi view-view yang ada. Untuk masing-masing aplikasi atau kelompok–kelompok pemakai yang berbeda dirancang sebuah skema eksternal  ( view ) kemudian view – view tersebut disatukan  ke dalam sebuah skema konseptual.  
Ada 4 strategi dalam perancangan skema konseptual :  
  • Top down 
  • Bottom Up  
  • Inside Out 
  • Mixed  
Transaksi 

Merancangan karakteristik dari transaksi-transaksi yang akan di-implementasikan tanpa tergantung dengan DBMS yang telah dipilih. 
Transaksi-transaksi ini digunakan untuk memanipulasi database sewaktu diimplementasikan. Pada tahap ini diidentifikasikan input, output dan fungsional. Transaksi ini antara lain : retrieval, update dan delete, select dll.

Tahap 3 : Pemilihan Sistem Manajemen Database
Pemilihan sistem manajemen database ditentukan oleh beberapa faktor a.l : Teknik, Ekonomi, dan Politik Organisasi. 
Faktor Teknik :  
  • Tipe model data (hirarki, jaringan atau relasional) 
  • Struktur penyimpanan dan jalur pengaksesan yang didukung sistem manajemen database. 
  • Tipe interface dan programmer 
  • Tipe bahasa queri 
Faktor Ekonomi : 
Biaya penyiadaan hardware dan software  
Biaya konversi pembuatan database 
Biaya personalia 
Biaya pelatihan Biaya pengoperasian 
Biaya pemeliharaan  
Faktor Organisasi :  
  • Struktur data. Jika data yang disimpan dalam database mengikuti struktur hirarki, maka suatu jenis hirarki dari sistem manajemen database harus dipikirkan. 
  • Personal yang terbiasa dengan sistem yang terdahulu. Jika staff programmer dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan sautu sistem manajemen database maka hal ini dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar. 
  • Ketersediaan dari service vendor. Keberadaan fasilitas pelayanan penjual sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah sistem.
Tahap 4 : Perancangan database secara logika  (Transformasi model data)

Transformasi dari skema konseptual dan eksternal (Tahap 2) ke model data sistem manajemen database yang terpilih, ada dua proses yaitu :  Transformasi yang tidak tergantung pada sistem, pada tahap ini transformasi tidak mempertimbangkan karakteristik yang spesifik atau hal-hal khusus yang akan diaplikasikan pada sistem manajemen database.  
Penyesuaian skema ke sistem manajemen database yang spesifik, dilakukan suatu penyesuaian skema yang dihasilkan dari tahap 1 untuk dikonfirmasikan pada bentuk implementasi yang spesifik dari suatu model data seperti yang digunakan oleh sistem manajemen database yang terpilih.   

Hasil dari tahap ini dituliskan dengan perintah DDL ke dalam bahasa sistem manajemen database terpilih. Tapi jika perintah DDL tersebut termasuk dalam parameter-parameter perancangan fisik, maka perintah DDL yang lengkap harus menunggu sampai tahap perancangan database secara fisik telah lengkap.

Tahap 5 : Perancangan Database Secara Fisik 
  • Proses pemilihan struktur penyimpanan yang spesifik dan pengaksesan file-file database untuk mencapai kinerja yang terbaik di bermacam–macam aplikasi Kriteria pemilihan perancangan fisik :  
  • Waktu respon. Waktu transaksi database selama eksekusi untuk menerima respon. 
  • Penggunaan ruang penyimpanan. Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh database file dan struktur jalur pengaksesannya. 
  • Terobosan yang dilakukan file transaksi  (Transaction troughput). Merupakan nilai rata–rata transaksi yang dapat di proses permenit oleh sistem database dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi. 
Apabila waktu respon dari database tidak mencapai optimalisasi, maka pada tahap perancangan fisik ini dapat dilakukan denormalisasi.

Denormalisasi
Denormalisasi merupakan proses yang dilakukan pada database yang sudah dinormalisasi, dengan cara memodifikasi struktur tabel dan mengabaikan kerangkapan data (yang terkontrol) untuk meningkatkan kinerja database.  

Proses denormalisasi termasuk :  
Mengkombinasikan tabel-tabel yang terpisah dengan join 
Mereplikasi/menduplikat data pada tabel  

Tahap 6 : Implementasi 

Implementasi skema database logik dan fisik ke dalam penyataan DDL dan SDL dari sistem manajemen database yang telah dipilih, untuk digunakan dalam pembuatan file-file database yang masih kosong.


Demikian  postingan  blog tentang konsep perancangan basis data, terima kasih atas kunjungannya semoga artikel diatas bisa bermanfaat bagi para pembaca blog.
Share: